Blogging Fusion Blog Directory the #1 blog directory and oldest directory online.

Arduino Programming Tutorial

Home Arduino Programming Tutorial

Arduino Programming Tutorial

Rated: 2.50 / 5 | 495 listing views Arduino Programming Tutorial Blogging Fusion Blog Directory

Indonesia

 

General Audience

  • Julius
  • May 21, 2018 05:26:31 AM
SHARE THIS PAGE ON:

A Little About Us

Panduan dan tutorial pemrograman Arduino, Wifi, ESP8266, Python, MySQL, PHP.

Listing Details

Listing Statistics

Add ReviewMe Button

Review Arduino Programming Tutorial at Blogging Fusion Blog Directory

Add SEO Score Button

My Blogging Fusion Score

Google Adsense™ Share Program

Alexa Web Ranking: 2,637,402

Alexa Ranking - Arduino Programming Tutorial

Example Ad for Arduino Programming Tutorial

This what your Arduino Programming Tutorial Blog Ad will look like to visitors! Of course you will want to use keywords and ad targeting to get the most out of your ad campaign! So purchase an ad space today before there all gone!

https://www.bloggingfusion.com

.

notice: Total Ad Spaces Available: (2) ad spaces remaining of (2)

Advertise Here?

  • Blog specific ad placement
  • Customize the title link
  • Place a detailed description
  • It appears here within the content
  • Approved within 24 hours!
  • 100% Satisfaction
  • Or 3 months absolutely free;
  • No questions asked!

Subscribe to Arduino Programming Tutorial

Komunikasi-6: Menampilkan Grafik Chart Diagram Data IoT ESP8266 dengan ChartJS

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membuat program untuk mengirimkan data dari Arduino + Modul ESP8266 ke sebuah web server IoT. Data yang tersimpan tersebut tentu tidak akan bermanfaat kalau tidak dipresentasikan untuk dibaca atau dianalisa. Oleh karena itu pada tulisan kali ini kita akan diberikan contoh sederhana cara menampilkan data […] The post Komunikasi-6: Menampilkan Grafik Chart Diagram Data IoT ESP8266 dengan ChartJS appeared first on...

Membuat Grafik Chart berdasarkan Data IOT

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membuat program untuk mengirimkan data dari Arduino + Modul ESP8266 ke sebuah web server IoT. Data yang tersimpan tersebut tentu tidak akan bermanfaat kalau tidak dipresentasikan untuk dibaca atau dianalisa. Oleh karena itu pada tulisan kali ini kita akan diberikan contoh sederhana cara menampilkan data IoT di server dalam bentuk grafik atau chart atau diagram.

Grafik yang akan dibuat adalah web based, dengan begitu bisa dibuka dimana saja menggunakan browser Internet. Tool yang akan digunakan untuk membuat grafik adalah ChartJS.

ChartJS adalah sebuah library Javascript untuk membuat grafik atau chart atau diagram di web. Penulis memilih ini karena kemudahan dan kesederhanaan cara menggunakan nya. Selain itu hasil grafiknya cukup bagus.

Contoh Script HTML Membuat Grafik data IoT

Pada contoh tulisan ini kita akan menampilkan grafik suhu berdasarkan data yang dibaca dari server Iot generik , keyword yang akan digunakan adalah coba

Ini adalah script yang terdiri dari sebuah file .html saja. Sangat simpel bukan?

<!------------------------------------------------------------
|
|  Demo Chart/Diagram
|
|  Script HTML+JS untuk menampilkan chart dari IoT server
|
|  Script server: https://github.com/komputronika/IoT-Server
|
|  Tutorial: Komputronika.com
|
------------------------------------------------------------->
<!doctype html>
<html>
<head>
    <title>Demo Line Chart IoT Server</title>

    <!-- Load library Chartjs -->
    <script src="http://www.chartjs.org/dist/2.7.2/Chart.js"></script>

    <style>
        canvas {
            -moz-user-select: none;
            -webkit-user-select: none;
            -ms-user-select: none;
        }
    </style>
</head>

<body>
    <div style="width:50%; margin:30px auto; text-align:center">
        <div id="container"></div>
        <canvas style="left:-50px; position:relative" id="canvas"></canvas>
    </div>
    <script>
        // Deklarasikan variable array untuk menampung label dan data
        var mylabel = [];
        var mydata  = [];
        var request = new XMLHttpRequest();

        // Fungsi untuk menghandle response dari server
        request.onreadystatechange = function() {

            // Kalau request berhasil
            if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {

                // Ubah response menjadi objek JSON
                var obj = JSON.parse(this.responseText);

                // Baca semua bari JSON, tambahkan ke variable array
                for (index = 0, len = obj.length; index < len; index++) {
                    mylabel.push(obj[index].created_at);
                    mydata.push(obj[index].suhu);
                }

                //console.log(obj);

                // Hilangkan gambar loading
                document.getElementById('container').innerHTML= '';

                // Jalankan Chartjs
                var ctx = document.getElementById('canvas').getContext('2d');
                window.myLine = new Chart(ctx, config);
            }
        }

        //=========================================================================
        // Baca data dari web server
        //=========================================================================
        request.open("GET", "http://www.komputronika.com/iot/baca/coba/json", true);
        request.send();
        //=========================================================================

        // Konfigurasi Chartjs
        var color = Chart.helpers.color;
        var config = {
            type: 'line',
            data: {
                // Label diset dengan variable array yang kita buat
                labels: mylabel,

                datasets: [{
                    label: 'Suhu Ruangan',
                    backgroundColor: "red",
                    borderColor: "red",
                    fill: false,

                    // Data diset dengan variable array yang kita buat
                    data: mydata
                }]
            },

            // Pemanis buatan
            options: {
                title: {
                    text: 'Demo Chart IoT Server'
                },
                scales: {
                    xAxes: [{
                        scaleLabel: {
                            display: true,
                            labelString: 'Waktu'
                        }
                    }],
                    yAxes: [{
                        scaleLabel: {
                            display: true,
                            labelString: 'Suhu'
                        }
                    }]
                },
            }
        };

        // Tampilkan gambar loading saat halaman baru muncul
        window.onload = function() {
            document.getElementById('container').innerHTML= '<br><br><img width='100%'  src="http://v3.preloaders.net/preloaders/725/Alternative.gif"> <p style="font-family: arial, sans-serif">Tunggu sebentar ya bos, sedang loading..</p>';
        };
    </script>
</body>
</html>

Demo untuk script ini bisa dilihat di halaman: http://www.komputronika.com/iot/demo/chart.html

Tampilan nya adalah seperti ini:

Chart Grafik Data IoT ESP8266 Arduino

Contoh di atas menggunakan jenis grafik atau diagram Line Chart. Kalau pembaca ingin menampilkan grafik jenis lain, silahkan membaca contoh-contoh yang disediakan oleh ChartJS. Selamat mencoba dan berkarya.

The post Komunikasi-6: Menampilkan Grafik Chart Diagram Data IoT ESP8266 dengan ChartJS appeared first on Komputronika.


Cara Mudah Mengedipkan LED (Blink LED) Menggunakan Interrupt pada Arduino

Mengedipkan LED (Blink LED) pada Arduino mudah dilakukan memakai fungsi digitalWrite() dan delay() atau millis(). Fungsi-fungsi Arduino tersebut sudah cukup mudah dalam membuat interval. Tetapi menggunakan fungsi delay() akan menunda proses berikutnya. Demikian pula menggunakan millis(), apabila terjadi proses panjang yang memakan waktu lama, maka timing berkedipnya LED bisa menjadi […] The post Cara Mudah Mengedipkan LED (Blink LED) Menggunakan Interrupt pada Arduino appeared first on...

Cara mudah membuat LED blink pada Arduino dengan Timer Interrupt

Mengedipkan LED (Blink LED) pada Arduino mudah dilakukan memakai fungsi digitalWrite() dan delay() atau millis(). Fungsi-fungsi Arduino tersebut sudah cukup mudah dalam membuat interval. Tetapi menggunakan fungsi delay() akan menunda proses berikutnya. Demikian pula menggunakan millis(), apabila terjadi proses panjang yang memakan waktu lama, maka timing berkedipnya LED bisa menjadi tidak lancar.

Alternatif lain untuk mengedipkan LED dengan Arduino adalah dengan menggunakan timer interrupt. Dengan menggunakan timer interrupt ini berkedipnya LED tidak akan terganggu dan dapat berjalan parallel dengan proses lain. Misalnya LED akan tetap berkedip walaupun program sedang berkomunikasi serial atau sedang menulis ke LCD.

Interrupt adalah suatu tindakan sistem yang akan menghentikan program utama (interupsi) untuk menjalankan suatu fungsi interrupt yang sudah didefinisikan oleh programmer.

Timer Interrupt berarti interupsi yang akan melakukan interupsi berdasarkan timer. Yaitu apabila terjadi hitungan timer sesuai yang sudah ditentukan, maka sistem akan memanggil fungsi interrupt.

Bagi pembaca yang sudah terbiasa dengan pemrograman komputer, mungkin sudah pernah mengenal sebuah object timer atau class timer, nah timer interrupt ini kurang lebih seperti itu.

Contoh program mengedipkan LED dengan timer interrupt ini tidak terbatas penggunaan nya pada LED saja. Bisa digunakan untuk keperluan I/O lain, misalnya untuk menyalakan Buzzer yang terus-menerus bunyi saat ada peringatan tertentu. Atau mengontrol relay pada saat robot mobil berjalan, dsb.

Contoh Program LED Blink Arduino dengan Timer Interrupt

Contoh program Arduino di bawah ini akan mengedipkan LED Internal (pada pin 13) setiap 0.2 detik sekali dengan cara mudah karena menggunakan library yang sudah ada.

/*----------------------------------------------*\
 
  Mengedipkan LED menggunakan Timer Interrupt
  
  Hardware : Arduino Uno atau yang berbasis Atmega328 lainnya
  Author   : Komputronika.com
  Email    : infokomputronika@gmail.com
  Website  : http://www.komputronika.com
  Library  : (1) https://github.com/PaulStoffregen/TimerOne

\*----------------------------------------------*/

// Include library TimerOne
#include <timerone.h>

// Tentukan led yang akan dinyalakan
const int led = LED_BUILTIN;  // (LED pada pin 13)

// Set status awal led sebagai LOW = mati
int statusLed = LOW;

//=======
// SETUP
//=======
void setup(void)
{
    // Set pin led sebagai output
    pinMode(led, OUTPUT);     

    // Inisialisasi interval pemanggilan fungsi 
    // 200rb/1jt detik = 0.2 detik 
    // (parameter fungsi ini dalam satuan mikrodetik)
    Timer1.initialize( 200000 );        

    // Hubungkan fungsi blinkLED se interrupt
    Timer1.attachInterrupt(blinkLED); 
}


//=======
// LOOP
//=======
void loop(void)
{
    // Di fungsi loop() tidak ada perintah untuk 
    // mengedipkan led, karena proses mengedipkan 
    // dilakukan secara interrupt

    // Boleh diisi proses lainnya 
}


// Fungsi ini akan dipanggil oleh interrupt 
// dan akan mengedipkan LED dalam interval yang ditentukan 
// oleh fungsi Timer1.initialize(..); 

void blinkLED(void)
{
    if (statusLed == LOW) {
        statusLed = HIGH;
    } else {
        statusLed = LOW;
    }
    digitalWrite(led, statusLed);
}

// </timerone.h>

Untuk mencoba contoh program Arduino di atas, jangan lupa sebelumnya untuk mendownload library TimerOne yang diperlukan. https://github.com/PaulStoffregen/TimerOne

Selamat mencoba dan selamat berkreasi dengan Arduino.

The post Cara Mudah Mengedipkan LED (Blink LED) Menggunakan Interrupt pada Arduino appeared first on Komputronika.


10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux

Linux merupakan sistem operasi open source yang paling populer di dunia saat ini, Linux juga banyak digunakan sebagai server untuk hosting website yang ada di Internet. Sistem operasi dengan maskot Penguin ini menjadi alternatif bagi orang yang ingin mendalami jaringan komputer, khususnya di Indonesia. Linux merupakan alternatif bagi pembaca yang […] The post 10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux appeared first on...

Linux merupakan sistem operasi open source yang paling populer di dunia saat ini, Linux juga banyak digunakan sebagai server untuk hosting website yang ada di Internet. Sistem operasi dengan maskot Penguin ini menjadi alternatif bagi orang yang ingin mendalami jaringan komputer, khususnya di Indonesia. Linux merupakan alternatif bagi pembaca yang bosan menggunakan Windows atau Mac OS.

Linux menyediakan tampilan user interface yang tidak kalah bagus dan halus dibanding sistem operasi lain. Linux dapat diandalkan untuk penggunaan di rumah ataupun di kantor. Linux juga menjadi salah satu sistem yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Sebagian besar database terbesar di dunia menggunakan sistem operasi Linux.

1. Linux Gratis & Open Source

Jika tidak ingin berurusan dengan biaya software – lisensi, maka Linux adalah pilihan terbaik, karena Linux itu gratis.

2. Linux Lebih Aman dibandingkan Server Lain

Linux memberikan keamanan yang sangat baik untuk para pengguna. Komunitas Linux secara rutin membuat perbaikan-perbaikan keamanan untuk setiap ancaman keamanan yang ditemukan. Selain itu, pengembang Linux juga menyediakan update kernel reguler dan patch keamanan secara rutin. Oleh karena itu, tidak wajib pengguna Linux untuk memiliki program anti-virus. Dengan Linux, baik pengguna perusahaan atau perorangan bisa menghemat banyak dana yang biasa digunakan untuk membeli lisensi program antivirus.

3. Linux Hemat dalam Pemakaian Resource

Sebagian besar sistem operasi lain memiliki kendala dengan fitur hardware. Contohnya Windows 7 atau 8 yang membutuhkan setidaknya 2GB RAM untuk sistem agar beroperasi dengan baik. Namun, Linux adalah suatu sistem operasi ringan dan yang dapat beroperasi pada resource yang kecil.

4. Linux Mudah Dioperasikan

Kita tidak perlu pergi ke sebuah pelatihan atau kursus dapat mengoperasikan sistem operasi Linux. Linux memiliki hampir semua fungsi yang ada di sistem operasi lain seperti Windows atau Mac.

5. Linux Tersedia dengan Driver yang Lengkap

Pembaca pasti pernah punya masalah driver pada sistem operasi Windows, di mana Windows memberitahu ada driver yang belum di install atau hilang. Pada Linux, kecil kemungkinan mengalami hal tersebut, pembaca tidak perlu repot mencari bermacam-macam driver. Ini sangat menghemat waktu, karena sebagian besar driver sudah tersedia dalam sistem operasi Linux. Tidak perlu stres memikirkan driver hardware yang bermasalah.

6. Linux Mudah Diupdate

Melakukan update sistem Windows kadang bisa membuat kita kesulitan – misalnya ada bug atau tidak kompatibel dengan hardware dan aplikasi terinstal. Update pada sistem operasi Linux, baik pada OS maupun aplikasinya sangat mudah bila dibandingkan dengan Windows yang kadang mengharuskan pembaca untuk restart atau shutdown komputer, maka dengan Linux cukup dengan beberapa klik saja.

7. Linux itu Cepat

Karena Linux itu relatif ringan, maka Linux lebih cepat dibanding sistem operasi lain. Windows memiliki software-software yang ukurannya besar dan cenderung lebih berat untuk dijalankan.

8. Linux Memiliki Komunitas yang Besar

Salah satu alasan menggunakan Linux adalah rasa memiliki. Kita memiliki platform dimana dapat berbagi dengan sesama pengguna/komunitas Linux. Kita dapat menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan tentang masalah Linux dan jika pertanyaan itu tergolong unik, maka komunitas akan senang membantu. Banyaknya komunitas memungkinkan masalah akan lebih mudah terselesaikan dibanding menggunakan sistem operasi yang sifatnya close-source.

9. Linux Juga Memiliki Software Office yang Powerful

Kalau pembaca bilang Windows sangat baik karena memiliki Microsoft Office yang begitu powerful, maka di Linux juga ada software yang serupa. Linux memiliki Libre Office ataupun Open Office yang kemampuannya tidak kalah dibanding Microsoft Office, bahkan tidak seperti Microsoft Office yang harus dibeli dengan harga relatif mahal, Libre Office dan Open Office dapat kita gunakan secara gratis.

10. Linux Memiliki Segudang Aplikasi Gratis

Dengan hanya mengklik tombol, kita bisa mendapatkan akses ke ribuan tool dan program. Ini adalah keuntungan tambahan yang sangat menonjol dibandingkan Windows. Bayangkan kalau harus membayar ratusan bahkan ribuan dollar untuk Microsoft Office dan Photoshop, di Linux kita dapat menemukan aplikasi serupa dengan harganya Gratis.

Itulah beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan untuk mencoba Linux atau bahkan migrasi sepenuhnya ke Linux.

The post 10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux appeared first on Komputronika.


Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API

Jumlah subscriber Youtube adalah hal penting bagi seorang yang berprofesi sebagai Youtuber atau Vlogger. Ya, karena jumlah subscriber Youtube akan membantu meningkatkan jumlah view pada video-video yang kita upload… Kali ini kita akan mencoba menampilkan subscriber Youtube tanpa perlu membuka handphone atau menyalakan komputer/laptop, yaitu dengan menampilkannya pada LED display […] The post Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API appeared...

Jumlah subscriber Youtube adalah hal penting bagi seorang yang berprofesi sebagai Youtuber atau Vlogger. Ya, karena jumlah subscriber Youtube akan membantu meningkatkan jumlah view pada video-video yang kita upload…

Kali ini kita akan mencoba menampilkan subscriber Youtube tanpa perlu membuka handphone atau menyalakan komputer/laptop, yaitu dengan menampilkannya pada LED display 7 segment. Sehingga apabila display ini dipasang pada dinding, maka jumlah subscriber mudah dilihat/dipantau kapan saja.

Untuk membuat pemantau subscriber Youtube ini diperlukan NodeMCU dan modul 8 Digit LED Display MAX7219. Selain itu diperlukan koneksi Wifi dan API Key dari Google.

Diagram NodeMCU dan LED Display

Silahkan rakit NodeMCU dan LED display MAX7219 sesuai gambar di atas. Jangan lupa sambungkan catu daya ke NodeMCU.

Source Code Pemantau Subscriber Youtube

Download source code pemantau subscriber Youtube dengan NodeMCU di halaman Github: Subscriber.ino

Langkah Mendapatkan Google API Key

Kita membutuhkan Google API Key untuk membaca data subscriber dari Youtube. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mendapatkan API Key dari Google:

  1. Buka halaman: https://console.developers.google.com/apis/library
  2. Silahkan login dengan akun Google
  3. Di sebelah logo, klik pada ‘Project‘ dan klik juga ‘Create project‘. Beri nama sesuai selera dan klik ‘Create‘.
  4. Tunggu sampai proyek selesai dibuat, nanti halaman akan beralih ke dengan sendirinya. Biasanya membutuhkan waktu antara beberapa detik sampai beberapa menit.
  5. Setelah proyek dibuat dan dipilih, klik pada ‘Credentials‘ pada menu yang ada di kolom kiri.
  6. Klik pada ‘Create Credentials‘ dan pilih ‘API Key‘.
  7. Copy API Key, ini untuk kita masukan di program.
  8. Buka file Subscriber.ino, ganti API_KEY dengan API Key yang dibuat pada langkah-7, kemudian ganti juga CHANNEL_ID dengan channel’s ID anda (kode terakhir pada alamat channel Youtube anda).

Compile dan Upload

Compile dan upload sketch ke board NodeMCU menggunakan Arduino IDE.

Selamat mencoba, selamat berkreasi.

The post Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API appeared first on Komputronika.


Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi

Perbedaan fungsi millis() dan delay() pada Arduino sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul Perbedaan delay dan millis pada arduino dan contoh penggunaan. Akan tetapi mungkin masih ada pembaca yang merasa belum paham dengan penjelasan dan contoh tersebut. Oleh karena itu kali ini penulis mencoba membuat sebuah ilustrasi. Ilustrasi ini […] The post Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi appeared first on...

Perbedaan fungsi millis() dan delay() pada Arduino sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul Perbedaan delay dan millis pada arduino dan contoh penggunaan. Akan tetapi mungkin masih ada pembaca yang merasa belum paham dengan penjelasan dan contoh tersebut. Oleh karena itu kali ini penulis mencoba membuat sebuah ilustrasi.

Ilustrasi ini menggambarkan seorang pekerja laundry (sebut saja namanya: Joni) yang melakukan pekerjaan mencuci baju, sebagai berikut:

Ilustrasi Fungsi Delay Arduino

Ilustrasi fungsi delay() pada Arduino

Joni menerima baju kotor dan kemudian mulai mencuci baju. Selama proses mencuci itu, Joni duduk-duduk menunggu di depan mesin cuci. Sehingga selama proses mencuci ini pekerjaan lain tertunda, tidak ada pekerjaan lain yang Joni kerjakan.

Ini adalah ibarat fungsi delay() pada Arduino, dimana fungsi delay() akan diam menunggu selama waktu tertentu. Misalnya bila kita menuliskan kode delay(5000), maka proses program akan terhenti selama 5000 millidetik = 5 detik.

void setup() {
    Serial.begin(9600); 
}

void loop() {
    Serial.println("Menerima baju kotor");
    Serial.println("Mencuci baju dimulai");
    delay(5000);
    Serial.println("Mencuci baju selesai");
    Serial.println("Menyetrika");
    Serial.println("Menyimpan");
}

Coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya di serial monitor.

Ilustrasi Fungsi Millis Arduino

Ilustrasi fungsi millis() pada Arduino

Joni menerima baju kotor dan kemudian mulai mencuci baju. Selama proses mencuci itu, Joni melanjutkan pekerjaan lain yang masih ada, misalnya mengeringkan baju yang masih basah, menyetrika, menyusun, atau pekerjaan lainnya. Sehingga selama proses mencuci ini, pekerjaan lain bisa dilanjutkan, tidak menunggu atau menunda.

Ini adalah ibarat fungsi millis() pada Arduino, dimana fungsi millis() hanya mengembalikan nilai millidetik tanpa menghentikan proses atau menunggu. Misalnya bila kita menuliskan kode millis(), maka fungsi tersebut akan menghasilkan nilai millidetik – sejak Arduino dinyalakan/direset.

long mulai = 0;
bool mencuci = false;
void setup() {
    Serial.begin(9600); 
}

void loop() {
    Serial.println("Menerima baju kotor");
    if ( mencuci == false) {
        Serial.println("Mencuci baju dimulai");
        mencuci = true;
        mulai = millis();
    }
    if ( (millis() - mulai > 5000) && mencuci ) {
        Serial.println("Mencuci baju selesai");
        mencuci = false;
    } 
    Serial.println("Menyetrika");
    Serial.println("Menyimpan");
}

Coba jalankan program di atas dan lihat perbedaan hasilnya di serial monitor.

Setelah membaca tulisan ini dan mencoba kedua program contoh di atas, semoga pembaca akan lebih memahami perbedaan fungsi delay() dan millis() pada Arduino.

The post Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi appeared first on Komputronika.


Bagaimana Memprogram Arduino dengan PHP?

Dapatkah memprogram Arduino dengan PHP? Pertanyaan ini sering penulis baca di forum-forum Internet – terutama ditanyakan oleh para programmer yang baru memulai hobi elektronika dan mikrokontroler. Sebelum menjawab pertanyaan apakah bisa memprogram Arduino dengan PHP, maka kita perlu tahu terlebih dahulu perbedaan jenis pemrograman PHP dengan jenis pemrograman Arduino (C/C++) […] The post Bagaimana Memprogram Arduino dengan PHP? appeared first on...

Dapatkah memprogram Arduino dengan PHP? Pertanyaan ini sering penulis baca di forum-forum Internet – terutama ditanyakan oleh para programmer yang baru memulai hobi elektronika dan mikrokontroler.

Sebelum menjawab pertanyaan apakah bisa memprogram Arduino dengan PHP, maka kita perlu tahu terlebih dahulu perbedaan jenis pemrograman PHP dengan jenis pemrograman Arduino (C/C++) dan juga tentang bahasa mesin.

Sebuah program Arduino (C/C++) akan diubah (dicompile) menjadi bahasa mesin oleh software compiler lalu dijalankan oleh mikrokontroler, sedangkan untuk menjalankan sebuah program PHP dibutuhkan software interpreter.

Perbedaan Dasar Compiler dan Interpreter

Compiler

Membaca keseluruhan source code lalu menerjemahkan menjadi kode objek dan kemudian menjadi bahasa mesin.
Membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses source code, tetapi secara keseluruhan eksekusi relatif lebih cepat.

Interpreter

Menerjemahkan baris per baris dari source code dalam satu waktu.
Membutuhkan waktu sedikit untuk memproses source code, tapi secara keseluruhan eksekusi relatif lambat.

Bahasa Mesin

Setiap prosesor ataupun keluarga prosesor memiliki perintah standar kode kode mesin. Perintah ini berupa pola bilangan biner yang merepresentasikan perintah-perintah yang dikenali oleh prosesor tersebut.

Bahasa mesin atau kode mesin adalah kumpulan perintah dan data yang dapat dijalankan secara langsung oleh prosesor. Bahasa mesin pada kenyataanya adalah sederetan bilangan biner yang ditanamkan ke sebuah chip menggunakan sebuah alat programmer (misal: USBasp, dsb).

Arduino adalah mikrokontroler, oleh karena itu sudah tentu memiliki prosesor di dalamnya. Akan tetapi karena bersifat mikro, maka kapasitas RAM dan flash sangat minim.

Kembali ke pertanyaan di atas, untuk memproses sebuah source code PHP diperlukan sistem operasi dan software interpreter PHP itu sendiri. Sedangkan dengan chip-chip yang dipakai oleh Arduino saat ini, menginstall interpreter PHP di dalam Arduino adalah hal yang belum memungkinkan.

Sebuah chip — misalnya AVR Atmega328, tidak memerlukan sistem operasi karena prosesor yang ada di dalamnya akan langsung menjalankan bahasa mesin yang dalam bentuk biner tadi.

Jadi kesimpulan nya, memprogram Arduino dengan PHP adalah tidak bisa — sampai saat ini.

Bagi pembaca yang ingin mempelajari bahasa Arduino (C/C++), silahkan membaca buku panduan Arduino: “Belajar Mudah Mikrokontroler Arduino“, sudah dilengkapi dengan contoh proyek menggunakan MySQL, Wifi, GSM, dll.

The post Bagaimana Memprogram Arduino dengan PHP? appeared first on Komputronika.


Link to Category: Programming Blogs

Or if you prefer use one of our linkware images? Click here

Social Bookmarks


Available Upgrade

If you are the owner of Arduino Programming Tutorial, or someone who enjoys this blog why not upgrade it to a Featured Listing or Permanent Listing?


We are listed with SEJ as a top resource for bloggers and SEO experts alike!