Blogging Fusion Blog Directory the #1 blog directory and oldest directory online.

Arduino Programming Tutorial

Home Arduino Programming Tutorial

Arduino Programming Tutorial

Rated: 4.00 / 5 | 403 listing views Arduino Programming Tutorial Blogging Fusion Blog Directory

Indonesia

 

General Audience

  • May 21, 2018 09:26:31 AM
SHARE THIS PAGE ON:

A Little About Us

Panduan dan tutorial pemrograman Arduino, Wifi, ESP8266, Python, MySQL, PHP.

Listing Details

Listing Statistics

Add ReviewMe Button

Review Arduino Programming Tutorial at Blogging Fusion Blog Directory

Add SEO Score Button

My Blogging Fusion Score

Google Adsense™ Share Program

Alexa Web Ranking: 4,175,800

Alexa Ranking - Arduino Programming Tutorial

Example Ad for Arduino Programming Tutorial

This what your Arduino Programming Tutorial Blog Ad will look like to visitors! Of course you will want to use keywords and ad targeting to get the most out of your ad campaign! So purchase an ad space today before there all gone!

https://www.bloggingfusion.com

.

notice: Total Ad Spaces Available: (2) ad spaces remaining of (2)

Advertise Here?

  • Blog specific ad placement
  • Customize the title link
  • Place a detailed description
  • It appears here within the content
  • Approved within 24 hours!
  • 100% Satisfaction
  • Or 3 months absolutely free;
  • No questions asked!

Subscribe to Arduino Programming Tutorial

10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux

Linux merupakan sistem operasi open source yang paling populer di dunia saat ini, Linux juga banyak digunakan sebagai server untuk hosting website yang ada di Internet. Sistem operasi dengan maskot Penguin ini menjadi alternatif bagi orang yang ingin mendalami jaringan komputer, khususnya di Indonesia. Linux merupakan alternatif bagi pembaca yang […] The post 10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux appeared first on...

Linux merupakan sistem operasi open source yang paling populer di dunia saat ini, Linux juga banyak digunakan sebagai server untuk hosting website yang ada di Internet. Sistem operasi dengan maskot Penguin ini menjadi alternatif bagi orang yang ingin mendalami jaringan komputer, khususnya di Indonesia. Linux merupakan alternatif bagi pembaca yang bosan menggunakan Windows atau Mac OS.

Linux menyediakan tampilan user interface yang tidak kalah bagus dan halus dibanding sistem operasi lain. Linux dapat diandalkan untuk penggunaan di rumah ataupun di kantor. Linux juga menjadi salah satu sistem yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Sebagian besar database terbesar di dunia menggunakan sistem operasi Linux.

1. Linux Gratis & Open Source

Jika tidak ingin berurusan dengan biaya software – lisensi, maka Linux adalah pilihan terbaik, karena Linux itu gratis.

2. Linux Lebih Aman dibandingkan Server Lain

Linux memberikan keamanan yang sangat baik untuk para pengguna. Komunitas Linux secara rutin membuat perbaikan-perbaikan keamanan untuk setiap ancaman keamanan yang ditemukan. Selain itu, pengembang Linux juga menyediakan update kernel reguler dan patch keamanan secara rutin. Oleh karena itu, tidak wajib pengguna Linux untuk memiliki program anti-virus. Dengan Linux, baik pengguna perusahaan atau perorangan bisa menghemat banyak dana yang biasa digunakan untuk membeli lisensi program antivirus.

3. Linux Hemat dalam Pemakaian Resource

Sebagian besar sistem operasi lain memiliki kendala dengan fitur hardware. Contohnya Windows 7 atau 8 yang membutuhkan setidaknya 2GB RAM untuk sistem agar beroperasi dengan baik. Namun, Linux adalah suatu sistem operasi ringan dan yang dapat beroperasi pada resource yang kecil.

4. Linux Mudah Dioperasikan

Kita tidak perlu pergi ke sebuah pelatihan atau kursus dapat mengoperasikan sistem operasi Linux. Linux memiliki hampir semua fungsi yang ada di sistem operasi lain seperti Windows atau Mac.

5. Linux Tersedia dengan Driver yang Lengkap

Pembaca pasti pernah punya masalah driver pada sistem operasi Windows, di mana Windows memberitahu ada driver yang belum di install atau hilang. Pada Linux, kecil kemungkinan mengalami hal tersebut, pembaca tidak perlu repot mencari bermacam-macam driver. Ini sangat menghemat waktu, karena sebagian besar driver sudah tersedia dalam sistem operasi Linux. Tidak perlu stres memikirkan driver hardware yang bermasalah.

6. Linux Mudah Diupdate

Melakukan update sistem Windows kadang bisa membuat kita kesulitan – misalnya ada bug atau tidak kompatibel dengan hardware dan aplikasi terinstal. Update pada sistem operasi Linux, baik pada OS maupun aplikasinya sangat mudah bila dibandingkan dengan Windows yang kadang mengharuskan pembaca untuk restart atau shutdown komputer, maka dengan Linux cukup dengan beberapa klik saja.

7. Linux itu Cepat

Karena Linux itu relatif ringan, maka Linux lebih cepat dibanding sistem operasi lain. Windows memiliki software-software yang ukurannya besar dan cenderung lebih berat untuk dijalankan.

8. Linux Memiliki Komunitas yang Besar

Salah satu alasan menggunakan Linux adalah rasa memiliki. Kita memiliki platform dimana dapat berbagi dengan sesama pengguna/komunitas Linux. Kita dapat menemukan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan tentang masalah Linux dan jika pertanyaan itu tergolong unik, maka komunitas akan senang membantu. Banyaknya komunitas memungkinkan masalah akan lebih mudah terselesaikan dibanding menggunakan sistem operasi yang sifatnya close-source.

9. Linux Juga Memiliki Software Office yang Powerful

Kalau pembaca bilang Windows sangat baik karena memiliki Microsoft Office yang begitu powerful, maka di Linux juga ada software yang serupa. Linux memiliki Libre Office ataupun Open Office yang kemampuannya tidak kalah dibanding Microsoft Office, bahkan tidak seperti Microsoft Office yang harus dibeli dengan harga relatif mahal, Libre Office dan Open Office dapat kita gunakan secara gratis.

10. Linux Memiliki Segudang Aplikasi Gratis

Dengan hanya mengklik tombol, kita bisa mendapatkan akses ke ribuan tool dan program. Ini adalah keuntungan tambahan yang sangat menonjol dibandingkan Windows. Bayangkan kalau harus membayar ratusan bahkan ribuan dollar untuk Microsoft Office dan Photoshop, di Linux kita dapat menemukan aplikasi serupa dengan harganya Gratis.

Itulah beberapa alasan yang bisa menjadi pertimbangan untuk mencoba Linux atau bahkan migrasi sepenuhnya ke Linux.

The post 10 Alasan Mengapa Sebaiknya Menggunakan Linux appeared first on Komputronika.


Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API

Jumlah subscriber Youtube adalah hal penting bagi seorang yang berprofesi sebagai Youtuber atau Vlogger. Ya, karena jumlah subscriber Youtube akan membantu meningkatkan jumlah view pada video-video yang kita upload… Kali ini kita akan mencoba menampilkan subscriber Youtube tanpa perlu membuka handphone atau menyalakan komputer/laptop, yaitu dengan menampilkannya pada LED display […] The post Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API appeared...

Jumlah subscriber Youtube adalah hal penting bagi seorang yang berprofesi sebagai Youtuber atau Vlogger. Ya, karena jumlah subscriber Youtube akan membantu meningkatkan jumlah view pada video-video yang kita upload…

Kali ini kita akan mencoba menampilkan subscriber Youtube tanpa perlu membuka handphone atau menyalakan komputer/laptop, yaitu dengan menampilkannya pada LED display 7 segment. Sehingga apabila display ini dipasang pada dinding, maka jumlah subscriber mudah dilihat/dipantau kapan saja.

Untuk membuat pemantau subscriber Youtube ini diperlukan NodeMCU dan modul 8 Digit LED Display MAX7219. Selain itu diperlukan koneksi Wifi dan API Key dari Google.

Diagram NodeMCU dan LED Display

Silahkan rakit NodeMCU dan LED display MAX7219 sesuai gambar di atas. Jangan lupa sambungkan catu daya ke NodeMCU.

Source Code Pemantau Subscriber Youtube

Download source code pemantau subscriber Youtube dengan NodeMCU di halaman Github: Subscriber.ino

Langkah Mendapatkan Google API Key

Kita membutuhkan Google API Key untuk membaca data subscriber dari Youtube. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mendapatkan API Key dari Google:

  1. Buka halaman: https://console.developers.google.com/apis/library
  2. Silahkan login dengan akun Google
  3. Di sebelah logo, klik pada ‘Project‘ dan klik juga ‘Create project‘. Beri nama sesuai selera dan klik ‘Create‘.
  4. Tunggu sampai proyek selesai dibuat, nanti halaman akan beralih ke dengan sendirinya. Biasanya membutuhkan waktu antara beberapa detik sampai beberapa menit.
  5. Setelah proyek dibuat dan dipilih, klik pada ‘Credentials‘ pada menu yang ada di kolom kiri.
  6. Klik pada ‘Create Credentials‘ dan pilih ‘API Key‘.
  7. Copy API Key, ini untuk kita masukan di program.
  8. Buka file Subscriber.ino, ganti API_KEY dengan API Key yang dibuat pada langkah-7, kemudian ganti juga CHANNEL_ID dengan channel’s ID anda (kode terakhir pada alamat channel Youtube anda).

Compile dan Upload

Compile dan upload sketch ke board NodeMCU menggunakan Arduino IDE.

Selamat mencoba, selamat berkreasi.

The post Memantau Subcriber Youtube dengan NodeMCU dan LED Display MAX7219 dan Google API appeared first on Komputronika.


Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi

Perbedaan fungsi millis() dan delay() pada Arduino sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul Perbedaan delay dan millis pada arduino dan contoh penggunaan. Akan tetapi mungkin masih ada pembaca yang merasa belum paham dengan penjelasan dan contoh tersebut. Oleh karena itu kali ini penulis mencoba membuat sebuah ilustrasi. Ilustrasi ini […] The post Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi appeared first on...

Perbedaan fungsi millis() dan delay() pada Arduino sudah dijelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul Perbedaan delay dan millis pada arduino dan contoh penggunaan. Akan tetapi mungkin masih ada pembaca yang merasa belum paham dengan penjelasan dan contoh tersebut. Oleh karena itu kali ini penulis mencoba membuat sebuah ilustrasi.

Ilustrasi ini menggambarkan seorang pekerja laundry (sebut saja namanya: Joni) yang melakukan pekerjaan mencuci baju, sebagai berikut:

Ilustrasi Fungsi Delay Arduino

Ilustrasi fungsi delay() pada Arduino

Joni menerima baju kotor dan kemudian mulai mencuci baju. Selama proses mencuci itu, Joni duduk-duduk menunggu di depan mesin cuci. Sehingga selama proses mencuci ini pekerjaan lain tertunda, tidak ada pekerjaan lain yang Joni kerjakan.

Ini adalah ibarat fungsi delay() pada Arduino, dimana fungsi delay() akan diam menunggu selama waktu tertentu. Misalnya bila kita menuliskan kode delay(5000), maka proses program akan terhenti selama 5000 millidetik = 5 detik.

void setup() {
    Serial.begin(9600); 
}

void loop() {
    Serial.println("Menerima baju kotor");
    Serial.println("Mencuci baju dimulai");
    delay(5000);
    Serial.println("Mencuci baju selesai");
    Serial.println("Menyetrika");
    Serial.println("Menyimpan");
}

Coba jalankan program di atas dan lihat hasilnya di serial monitor.

Ilustrasi Fungsi Millis Arduino

Ilustrasi fungsi millis() pada Arduino

Joni menerima baju kotor dan kemudian mulai mencuci baju. Selama proses mencuci itu, Joni melanjutkan pekerjaan lain yang masih ada, misalnya mengeringkan baju yang masih basah, menyetrika, menyusun, atau pekerjaan lainnya. Sehingga selama proses mencuci ini, pekerjaan lain bisa dilanjutkan, tidak menunggu atau menunda.

Ini adalah ibarat fungsi millis() pada Arduino, dimana fungsi millis() hanya mengembalikan nilai millidetik tanpa menghentikan proses atau menunggu. Misalnya bila kita menuliskan kode millis(), maka fungsi tersebut akan menghasilkan nilai millidetik – sejak Arduino dinyalakan/direset.

long mulai = 0;
bool mencuci = false;
void setup() {
    Serial.begin(9600); 
}

void loop() {
    Serial.println("Menerima baju kotor");
    if ( mencuci == false) {
        Serial.println("Mencuci baju dimulai");
        mencuci = true;
        mulai = millis();
    }
    if ( (millis() - mulai > 5000) && mencuci ) {
        Serial.println("Mencuci baju selesai");
        mencuci = false;
    } 
    Serial.println("Menyetrika");
    Serial.println("Menyimpan");
}

Coba jalankan program di atas dan lihat perbedaan hasilnya di serial monitor.

Setelah membaca tulisan ini dan mencoba kedua program contoh di atas, semoga pembaca akan lebih memahami perbedaan fungsi delay() dan millis() pada Arduino.

The post Memahami Perbedaan Fungsi Millis dan Delay pada Arduino dengan Ilustrasi appeared first on Komputronika.


Membuat Sendiri Audio Power Amplifier Mini 20W Mono dengan IC TDA2005

Membuat audio power amplifier itu tidak sulit, dengan sebuah IC  dan beberapa komponen pasif kita sudah bisa membuat amplifier sendiri berukuran mini 20 Watt dengan suara yang lumayan bagus untuk menggetarkan kamar, ruang kerja atau mobil. Rangkaian yang dishare pada artikel ini adalah rangkaian Amplifier Mono 20W menggunakan IC TDA2005. […] The post Membuat Sendiri Audio Power Amplifier Mini 20W Mono dengan IC TDA2005 appeared first on...

Membuat audio power amplifier itu tidak sulit, dengan sebuah IC  dan beberapa komponen pasif kita sudah bisa membuat amplifier sendiri berukuran mini 20 Watt dengan suara yang lumayan bagus untuk menggetarkan kamar, ruang kerja atau mobil.

Rangkaian yang dishare pada artikel ini adalah rangkaian Amplifier Mono 20W menggunakan IC TDA2005. Amplifier ini bisa dikatakan mini, karena ukuran rangkaiannya cukup kecil, bisa masuk dalam genggaman. Menggunakan power supply 12V yang bisa diambil dari Adaptor 12V. Walau demikian, daya yang dihasilkan amplifier mini ini cukup kuat, yaitu 20W pada mono dan 10W + 10W pada rangkaian stereo.

Rangkaian amplifier ini bisa dipasang pada sebuah box, bisa digunakan sebagai amplifier gitar listrik, amplifier mic, amplifier modul MP3, menguatkan sinyal audio dari Arduino atau untuk keperluan audio lainnya. Kalau menginginkan yang stereo, pembaca bisa membuat rangkaian amplifier ini sebanyak dua  buah.

IC TDA2005 ini mudah didapat pada toko-toko elektronika maupun toko-toko online, dan harganyapun murah.

High output power:
PO = 10W + 10W pada RL =2Ω, d = 10%
PO = 20W pada RL =4Ω ,d=1%.

TDA2005 merupakan IC yang sudah memiliki proteksi-proteksi di dalamnya, antara lain:

Proteksi short circuit
Proteksi panas berlebih
Proteksi beban sangat induktif

Skema Mini Amplifier 20W Mono
dengan IC TDA2005 

Desain PCB 

Tatak Letak Komponen

Daftar Komponen

Selamat berkreasi membuat amplifier sendiri dengan IC TDA2005.

The post Membuat Sendiri Audio Power Amplifier Mini 20W Mono dengan IC TDA2005 appeared first on Komputronika.


Pinout Arduino Uno, Arduino Nano, Arduino Mega dan NodeMCU

Pada saat melakukan wiring pada Arduino (membuat rangkaian dengan Arduino) biasanya kita memerlukan tata letak pin (pinout). Kalau penulis biasanya mencetak pinout board-board Arduino tersebut kemudian menempel di dinding tempat kerja, sehingga mudah dilihat dan tidak perlu cari-cari pada saat membutuhkan. Pada tulisan ini penulis ingin menshare gambar-gambar pinout Arduino […] The post Pinout Arduino Uno, Arduino Nano, Arduino Mega dan NodeMCU appeared first on...

Pada saat melakukan wiring pada Arduino (membuat rangkaian dengan Arduino) biasanya kita memerlukan tata letak pin (pinout). Kalau penulis biasanya mencetak pinout board-board Arduino tersebut kemudian menempel di dinding tempat kerja, sehingga mudah dilihat dan tidak perlu cari-cari pada saat membutuhkan.

Pada tulisan ini penulis ingin menshare gambar-gambar pinout Arduino Uno, Arduino Nano, Arduino Mega dan NodeMCU yang sudah menjadi satu file dan siap cetak dalam format .PDF

Langsung saja, silahkan download pinout Arduino Uno, Arduino Nano, Arduino Mega dan NodeMCU pada link di bawah ini:

Download Pinout Arduino

The post Pinout Arduino Uno, Arduino Nano, Arduino Mega dan NodeMCU appeared first on Komputronika.


Apa itu Arduino dan Apa Fungsinya?

Apa itu Arduino? Apa fungsi dari Arduino? Arduino adalah platform open-source yang digunakan untuk membuat atau mengembangkan proyek elektronika yang interaktif (membaca sensor atau mengendalikan alat). Arduino terdiri dari papan rangkaian elektronik (kita sebut sebagai: board) yang dapat diprogram dan juga software berupa IDE (Lingkungan Pengembangan Terpadu) yang dijalankan di […] The post Apa itu Arduino dan Apa Fungsinya? appeared first on...

Apa itu Arduino? Apa fungsi dari Arduino?

Arduino adalah platform open-source yang digunakan untuk membuat atau mengembangkan proyek elektronika yang interaktif (membaca sensor atau mengendalikan alat). Arduino terdiri dari papan rangkaian elektronik (kita sebut sebagai: board) yang dapat diprogram dan juga software berupa IDE (Lingkungan Pengembangan Terpadu) yang dijalankan di komputer. Software Arduino IDE digunakan untuk menulis dan mengupload program dari komputer ke board Arduino.

Sekarang ini Arduino sudah sangat populer di kalangan pemula elektronika – termasuk pelajar/mahasiswa. Tidak seperti kebanyakan board mikokontroler yang ada sebelumnya, Arduino tidak perlu perangkat keras terpisah (misal: chip programmer) untuk mengupload program ke board – Kita cukup menggunakan kabel USB saja. Selain itu bahasa Arduino menggunakan versi sederhana dari bahasa C/C++, bukan assembler – sehingga relatif lebih mudah untuk dipelajari.

Secara garis besar, Arduino adalah papan rangkaian elektronika berbentuk kompak dan praktis yang dapat diprogram tanpa memerlukan hardware tambahan dan dapat diprogram dengan bahasa yang relatif mudah serta dengan software yang tersedia gratis.

Penampakan Arduino Uno

Arduino Uno adalah salah satu board yang paling populer di keluarga Arduino dan merupakan pilihan yang tepat untuk pemula. Penulis akan membahas tentang Arduino Uno pada bagian selanjutnya.

Penampakan Software Arduino IDE

Luar biasa, hanya dengan 10 baris program di atas kita dapat mengedipkan LED yang ada pada board Arduino.

Bacaan yang Disarankan

Arduino adalah alat yang hebat untuk orang-orang dari semua tingkat keahlian. Tetapi kita akan membutuhkan waktu lebih cepat kalau sudah memahami dasar elektronika. Penulis menyarankan untuk setidaknya tahu mengenai beberapa hal di bawah ini:

  • Apa itu Listrik
  • Tegangan, Arus, Tahanan, dan Hukum Ohm
  • Apa itu Rangkaian / Sirkuit
  • Pengenalan Komponen elektronika
  • Polaritas Tegangan
  • Integrated Circuit (IC)
  • Logika Digital
  • Analog vs. Digital

Fungsi Arduino

Board dan software Arduino dirancang untuk seniman, desainer, tukang oprek, mahasiswa, pelajar, pemula elektronika, dan siapa saja yang tertarik untuk membuat alat yang interaktif.

Arduino dapat berinteraksi dengan tombol, Lampu, LED, motor, speaker, GPS, Wifi, GSM, kamera, internet, dan bahkan dengan handphone Android atau TV.

Tidak hanya fleksibel, Arduino juga adalah platform yang gratis, board nya relatif murah, relatif mudah dipelajari sehingga telah menciptakan komunitas pengguna yang besar dan banyak berkontribusi pada pengembangan Arduino.

Arduino bisa digunakan untuk membuat segala alat – tidak terbatas. Mulai dari mobil mainan, pemberi makan hewan, pengontrol suhu penetas telur, remote kontrol, mesin peramal, pengontrol garasi, efek gitar listrik, robot, alarm motor dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya. Arduino dapat digunakan sebagai otak pada hampir semua proyek berbasis elektronika.

Kalau pembaca ingin tahu di mana menemukan lebih banyak contoh proyek Arduino, silahkan mencoba melihat di Internet, di antaranya:

Contoh membuat termometer dengan Arduino

Apa yang Ada Pada Board Arduino?

Ada banyak jenis board Arduino (dibahas di bagian berikutnya) yang dapat digunakan untuk keperluan yang berbeda. Beberapa board mungkin terlihat berbeda dari yang di bawah ini, tetapi sebagian besar Arduino memiliki komponen dasar yang sama:

Tata Letak Komponen pada Board Arduino Uno

Catu Daya (USB / Jack DC)

Setiap board Arduino mempunyai sambungan ke catu daya (power supply). Arduino Uno dapat diberi catu daya dari kabel USB yang berasal dari komputer atau adaptor. Pada gambar di atas koneksi USB diberi label (1) dan jack (colokan) catu daya diberi label (2) .

Koneksi USB juga merupakan sambungan untuk mengupload program ke board Arduino.

CATATAN: Jangan menggunakan catu daya lebih besar dari 20 Volt, karena dapat membuat Arduino rusak. Tegangan yang disarankan untuk Arduino adalah antara 6 dan 12 Volt.

Pin (5V, 3.3V, GND, Analog, Digital, PWM, AREF)

Pin pada Arduino adalah tempat di mana kita menyambungkan kabel untuk membuat rangkaian. Pin tersebut biasanya memiliki ‘header’ plastik hitam tempat mencolokkan kawat/kabel ke dalamnya. Arduino memiliki beberapa jenis pin yang berbeda, masing-masing diberi label pada board dan digunakan untuk tujuan yang berbeda.

  • GND (3) : Singkatan dari ‘Ground’. Ada beberapa pin GND di Arduino, yang dapat digunakan untuk menghubungkan ke rangkaian kita.
  • 5V (4) & 3.3V (5): Pin 5V memasok daya 5 volt, dan pin 3,3V memasok daya 3,3 volt. Sebagian besar komponen elektronika yang disambukan ke Arduino bisa berjalan baik pada 5 atau 3,3 volt.
  • Analog (6): Area pin di bawah label ‘Analog In’ (A0 hingga A5 pada UNO) adalah pin input analog. Pin ini dapat membaca sinyal dari sensor analog (misal: sensor suhu) dan mengubahnya menjadi nilai digital yang dapat dibaca oleh program.
  • Digital (7): Di sebrang bagian atas pin analog adalah pin digital (0 hingga 13 pada Uno). Pin ini dapat digunakan untuk input digital (misal: mengirim sinyal ketika tombol ditekan) dan output digital (misal: menyalakan LED atau relay).
  • PWM (8): Ada simbol tilde (~) pada sebelah pin-pin digital tertentu (3, 5, 6, 9, 10, dan 11 pada Uno). Pin ini menunjukan bahwa pin itu adalah Pulse-Width Modulation (PWM). Pin ini mampu memberikan output analog (seperti memudarkan cahaya LED, mengatur kecepatan motor, dsb).
  • AREF (9): Singkatan dari Referensi Analog. Biasanya digunakan kadang-kadang pada saat ingin mengatur tegangan referensi eksternal (antara 0 dan 5 Volts) sebagai batas atas untuk pin input analog.

Tombol Reset

Sama seperti sebuah komputer, Arduino juga mempunyai tombol reset (10). Menekan tombol ini akan menghubungkan pin reset Arduino ke ground sehingga me-restart program yang sudah dimuat di Arduino. Tombol ini berguna jika program anda ingin diulang dari awal.

Indikator Daya LED

Tepat di bawah dan di sebelah kanan kata “UNO”, ada LED kecil di sebelah kata ‘ON’ (11) . LED ini akan menyala setiap kali Arduino disambungkan ke sumber listrik. Kalau lampu ini tidak menyala, kemungkinan besar ada masalah dengan board Arduino.

LED TX / RX

TX adalah kependekan dari pengiriman (Transmit), RX adalah kependekan dari penerimaan (Receive) (12). LED TX dan RX ini akan berkedip pada saat terjadi komunikasi serial, misalnya saat kita mengupload program baru ke board Arduino.

IC Utama

Komponen hitam dengan banyak kaki adalah IC, atau Integrated Circuit (13). Ini adalah otak Arduino kita (mikrokontroler). IC utama bisa berbeda pada masing-masing jenis Arduino, tetapi biasanya menggunakan seri ATmega dari perusahaan ATMEL. Mengetahu jenis IC ini penting, karena kita perlu mengetahui jenis IC sebelum mengupload program baru ke board Arduino. Keterangan jenis IC ini tertulis di sisi atas IC. Untuk board Arduino Uno, IC utama nya adalah Atmega328P.

Regulator Tegangan

Regulator tegangan (14) berguna untuk mengontrol jumlah tegangan yang masuk ke rangkaian Arduino. Bisa dikatakan sebagai penjaga gerbang agar tegangan yang masuk tidak berlebihan. Akan tetapi regulator ini ada batasnya, jadi jangan menghubungkan Arduino dengan tegangan lebih besar dari 20 volt.

Keluarga Arduino

Perusahaan Arduino membuat beberapa jenis board yang masing-masing memiliki kemampuan berbeda. Selain itu, seseorang dapat memodifikasi board Arduino yang sudah ada, baik secara bentuk maupun fungsinya. Bila pembaca belum tahu mana yang tepat untuk, penulis sarankan untuk memilih Arduino Uno. Berikut ini pengenalan beberapa board Arduino yang populer yang cocok untuk pemula:

Arduino Uno

Arduino Uno

Arduino Uno adalah pilihan tepat sebagai board Arduino perdana. Memiliki 14 pin input / output digital (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, koneksi USB, colokan adaptor, tombol reset, dan banyak lagi. Ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler; cukup sambungkan ke komputer dengan kabel USB atau daya dengan adaptor AC-ke-DC atau baterai untuk memulai.

LilyPad Arduino

Lilypad Arduino

LilyPad adalah teknologi e-tekstil yang dapat dipasang pada pakaian, dikembangkan oleh Leah Buechley dan dirancang bekerjasama dengan perusahaan SparkFun. Setiap LilyPad dirancang secara khusus sehingga bisa dijahit pada pakaian dengan benang konduktif. LilyPad juga memiliki rangkaian input, output, daya, dan papan sensor sendiri yang juga dibuat khusus untuk tekstil elektronik. Lilypad bahkan bisa dicuci.

Arduino Mega

Arduino Mega

Arduino Mega seperti kakaknya Uno, memiliki 54 pin input/output digital (14 dapat digunakan sebagai output PWM), 16 input analog, koneksi USB, colokan adaptor, dan tombol reset. Cukup sambungkan ke komputer dengan kabel USB atau daya dengan adaptor AC-ke-DC atau baterai untuk memulai. Jumlah pin yang banyak membuat Arduino Mega ini sangat berguna untuk proyek yang membutuhkan banyak input atau output digital (seperti pengontrol LED, keypad atau relay).

Arduino Leonardo

Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah board Arduino yang menggunakan mikrokontroler dengan kemampuan USB bawaan. Karena board ini menangani USB secara langsung, maka memungkinkan Arduino Leonardo untuk meniru/mensimulasikan keyboard komputer, mouse, atau perangkat USB lainnya.

Modul Tambahan Arduino

Meskipun board Arduino adalah kit yang siap pakai, board ini tidak bisa melakukan banyak hal sendirian – Kita perlu menghubungkan dengan rangkaian elektronika lainnya (atau board tambahan). Ada yang namanya modul sensor, dan ada yang namanya shield, dua alat yang biasanya digunakan dalam mengembangkan proyek berbasis Arduino.

Sensor

Contoh sensor-sensor Arduino

Dengan beberapa baris program, Arduino dapat membaca berbagai macam sensor – antara lain mengukur cahaya, suhu, tingkat kelenturan, tekanan, jarak, akselerasi, gas elpiji, radioaktif , kelembaban, tekanan barometrik, dan masih banyak lagi.

Shield

Contoh shield-shield Arduino

Selain sensor, ada yang disebut dengan istilah shield – pada dasarnya shield adalah board yang ditemplokan/dilekatkan/ditempelkan di atas board Arduino dan memberikan kemampuan tambahan – antara lain mengendalikan motor, menghubungkan ke internet, menyediakan komunikasi wifi, menulis ke layar LCD, dan sebagainya.
Untuk melihat daftar shield yang tersedia untuk Arduino, silahkan melihat:

Referensi Arduino

Penulis berharap sekarang pembaca sudah mulai mengenal tentang Arduino, berikut ini beberapa bacaan dan link lebih lanjut untuk membantu belajar lebih banyak tentang Arduino atau dunia elektronik.

Buku Panduan Arduino dalam Bahasa Indonesia

The post Apa itu Arduino dan Apa Fungsinya? appeared first on Komputronika.


Link to Category: Programming Blogs

Or if you prefer use one of our linkware images? Click here

Social Bookmarks


Available Upgrade

If you are the owner of Arduino Programming Tutorial, or someone who enjoys this blog why not upgrade it to a Featured Listing or Permanent Listing?


Use Blogger/Blogspot? Than submit your blog for free to our blog directory.